-

KESELURUHAN CERITA LENGKAP MORTAL KOMBAT [ Oneshoot ]

[ TULISAN INI DITULIS OLEH LIPUTAN6 ]

Mortal Kombat (1992)

Bumi, sebagaimana disebut `Earthrealm` di dunia MK, menjadi tuan rumah turnamen bergengsi dengan nama `Mortal Kombat` yang diadakan setiap tahun di sebuah pulau oleh seorang Kombatans (sebutan petarung Mortal Kombat) legendaris yang bernama Shang Tsung.

Sayangnya, turnamen tersebut berlangsung janggal, karena setiap Kombatans yang bertarung di turnamen itu selalu dikalahkan oleh salah satu Kombatans terkuat yang bernama Goro selama 500 tahun berturut-turut.

Goro merupakan makhluk raksasa menyeramkan dengan empat lengan, keturunan ras Shokan dan setengah naga.

Ia menjadi titik awal lumpuhnya para Kombatans yang melawannya selama 500 tahun berturut-turut. Sebelumnya, Goro mengalahkan Kung Lao sebelum ia masuk ke rezim 500 tahun kejayaannya.

Dengan hadirnya para Kombatans baru di turnamen tersebut, Goro diharapkan bisa dikalahkan oleh siapapun yang mampu melumpuhkan eksistensinya di Mortal Kombat. Para Kombatans yang hadir di turnamen MK ini adalah Sonya Blade, Johnny Cage, Kano, Liu Kang, Scorpion, Sub Zero, dan Raiden.

Jika para Kombatans dikalahkan oleh Goro dalam kesempatan turnamen kali ini, maka `Outworld` (dunia di luar Earthrealm) akan menjajah Earthrealm dan menghabisi seluruh umat manusia.

Sangat beruntung, Liu Kang menjadi pemenang pertama yang dapat melumpuhkan Goro selama 500 tahun terakhir dan bahkan menghabisi Shang Tsung yang menjadi dalang di balik kecurangannya agar turnamen Mortal Kombat tetap `dipengaruhi` oleh pihaknya dan Outworld.


Mortal Kombat II (1993)

Liu Kang menjadi juara turnamen Mortal Kombat untuk pertama kalinya setelah 500 tahun lamanya dikuasai oleh Goro di bawah pengaruh Shang Tsung. Namun demikian, Shang Tsung tidak mau tinggal diam, ia ternyata merupakan bawahan seorang Emperor dari Outworld bernama Shao Kahn.

Dengan kondisinya yang begitu lemah, ia memohon Shao Kahn agar tidak menghabisinya karena Shao Kahn tahu bahwa kejayaan Mortal Kombat kini jatuh ke tangan manusia Earthrealm.

Shao Kahn akhirnya mengampuni Shang Tsung dan bahkan mengubah Shang Tsung menjadi lebih muda. Shao Kahn dan Shang Tsung pun memiliki rencana jahat dengan memutuskan untuk menggelar turnamen Mortal Kombat di tahun berikutnya diadakan di Outworld, dan semua Kombatans asal Earthrealm harus hadir.

Raiden selaku perwakilan dari Kombatans asal Earthrealm pun menyanggupi tantangan yang diberikan Shao Kahn.

Turnamen Mortal Kombat kali ini lebih berbahaya. Jelas saja selain diadakan di Outworld - jika Kombatans Outworld dapat memenangkan Mortal Kombat kali ini - mereka akan menghabisi seluruh umat manusia beserta isinya di Earthrealm.

Kombatans yang hadir pun sama dari turnamen pertama, seperti Johnny Cage, Sonya Blade, Scorpion, Sub Zero. Namun Kung Lao akhirnya memutuskan untuk kembali ke turnamen demi nama Earthrealm untuk membantu Liu Kang dan Raiden. Sonya kali ini dibantu oleh Jax, sahabatnya untuk ikut ke turnamen MK.

Shao Kahn pun mengutus para Kombatans asal Outworld yang mengerikan, Baraka dan Reptile. Beberapa Kombatans baru pun hadir, seperti Kitana yang merupakan putri dari Shao Kahn, beserta `adik` angkatnya Mileena yang dibuat dari sihir Shang Tsung.

Di akhir cerita, akhirnya Liu Kang dapat memenangkan turnamen dan melumpuhkan Shao Kahn dan bodyguard-nya, Kintaro. Ia pun kembali dinobatkan menjadi juara turnamen MK untuk kedua kalinya.



Mortal Kombat III (1995)

Shao Kahn, untuk pertama kalinya dikalahkan oleh Liu Kang di turnamen MK. Namun, ia ternyata masih hidup dan bahkan berencana untuk menghabisi Liu Kang, Raiden dan umat manusia di seluruh bumi. Ia bahkan telah merencanakan untuk menguasai Earthrealm selama 10.000 tahun.

Rencana Shao Kahn pun dibantu oleh Shang Tsung yang ternyata telah menghidupkan kembali Ratu Sindel. Sindel merupakan istri dari Shao Kahn dan ibu dari Kitana, dulunya, ia merupakan seorang penguasa Edenia yang bijaksana dan baik hati.

Namun, ia mati lebih dulu dan menjadikannya sebagai seorang wanita paling kejam di Outworld. Sindel pun dihidupkan kembali di Earthrealm agar Shao Kahn bisa meraih Earthrealm dengan adanya Sindel di bumi.

Munculnya Sindel menguasai Earthrealm membuat semua menjadi porak poranda. Turnamen Mortal Kombat diadakan di dua dunia yang berbeda dengan aturan asal-asalan dan mengacuhkan peraturan suci dari para Elder Gods. Raiden dan petarung lainnya tidak mau tinggal diam, Shao Kahn harus dihentikan.

Beberapa Kombatans baru pun muncul disini. Namun, Shao Kahn ternyata hampir membunuh semua Kombatans. Raiden pun mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Shao Kahn dan Sindel. Shao Kahn pun kalah, namun, Raiden harus menerima kenyataan bahwa banyak Kombatans yang tewas akibat Shao Kahn.

Mortal Kombat III menghadirkan update penambahan karakter terbaru lewat Ultimate Mortal Kombat III dan Mortal Kombat Trilogy.



Mortal Kombat 4 / Mortal Kombat Gold (1997)


Ribuan tahun sebelum Mortal Kombat I, ada seorang Elder God yang bernama Shinnok. Ia mengontrol enam realm dunia yang berbeda di dunia MK. Namun, Shinnok yang serakah ternyata ingin menguasai keenam dunia tersebut.

Raiden sebagai salah satu Elder God akhirnya memutuskan untuk bertarung dengan Shinnok selama ratusan tahun lamanya. Shinnok pun disegel di NetherRealm (sebutan dunia kegelapan di MK).

Sayangnya, Shinnok mampu melarikan diri dari NetherRealm dengan bantuan ahli sihir yang merupakan tangan kanannya, Quan Chi. Shinnok memiliki motif dimana ia ingin membunuh semua Elder Gods yang ingin menahannya di NetherRealm, termasuk Raiden. Ia mampu menguasai realm Edenia, dan mampu menarik Tanya untuk mengikuti perintahnya.

Mengetahui hal ini, Raiden tidak mau tinggal diam. Ia meminta tolong Liu Kang, Sonya, Johnny Cage, Jax dan petarung Earthrealm lainnya yang masih hidup dari MK III untuk kembali bersekutu mencari dan menghabisi Shinnok, Quan Chi, Tanya dan sekutunya.

Shinnok pun mampu dikalahkan, namun Quan Chi nampaknya memiliki rencana lain untuk bisa menguasai Earthrealm tanpa adanya Shinnok



Mortal Kombat: Deadly Alliance (2002)

Di seri kelima Mortal Kombat ini, Quan Chi ternyata mengungkap dirinya yang ternyata merupakan pembunuh keluarga karakter Scorpion, dan Quan Chi mengirim Scorpion ke NetherRealm. Terbakar amarah, Scorpion pun mampu membawa Quan Chi bersamanya ke gelapnya NetherRealm.

Namun, Quan Chi yang licik ternyata memiliki amulet yang ia curi dari Shinnok. Quan Chi pun mampu melarikan diri dari NetherRealm dan muncul di sebuah pemakaman yang terbuat dari bebatuan, yang ternyata merupakan makam dari Emperor Outworld yang pertama kali hadir dalam sejarah, dengan sebutan `Dragon King`.

Quan Chi berpikir bahwa ia bisa saja menghidupkan kembali `Dragon King` tersebut. Namun, ia memulai rencana liciknya bersekutu dengan Shang Tsung dan keduanya bekerja sama menjadi `Deadly Alliance` untuk membunuh Liu Kang dan bahkan kembali menghalangi Shao Kahn untuk menguasai bumi.

Mereka bahkan juga berencana untuk menghidupkan kembali Kombatans yang telah mati untuk bersekutu dengan pihak Deadly Alliance dan menguasai seluruh jagat raya.

Liu Kang kali ini harus menelan pil pahit, ia pun mati di tangan Quan Chi dan Shang Tsung. Setelah mengambil nyawa Liu Kang, keduanya kembali ke Outworld dan mengerahkan rencananya untuk lebih banyak mengumpulkan nyawa yang telah mati demi membentuk prajurit kematian `Dragon King`.

Di saat yang bersamaan, Raiden pun berusaha untuk mengumpulkan Kombatans lama dan baru untuk tetap menghabisi Deadly Alliance. Meskipun Liu Kang telah tiada..



Mortal Kombat: Deception (2004)

Deadly Alliance semakin kuat dan berbahaya. Kombatans Earthrealm, Sonya, Kung Lao, Jax, Johnny Cage, Kitana dan juga Raiden pun kalah oleh bengisnya Shang Tsung dan Quan Chi serta bantuan prajurit Tarkatan. Sub-Zero pun terperangkap di Outworld dan mencari portal untuk kembali ke Earthrealm.

Elder Gods memberikan saran ke Raiden untuk tidak ikut campur dan membiarkan aksi licik Deadly Alliance terus berjalan. Namun, Raiden tidak mau tinggal diam, Raiden akhirnya memutuskan untuk kembali mengadakan turnamen Mortal Kombat dan menantang Quan Chi serta Shang Tsung.

Naas, Raiden pun dikalahkan di Mortal Kombat kali ini oleh Deadly Alliance. Namun, kali ini sepertinya Deadly Alliance harus menemukan akhir hayatnya sendiri. Shang Tsung yang licik ternyata sudah lama memendam keinginan memiliki amulet Quan Chi.

Sayangnya, kisruh yang terjadi diantara mereka akhirnya harus terhenti, karena `Dragon King` yang bernama Onaga telah muncul kembali dari sebuah telur dan memakai Reptile sebagai perantaranya untuk bisa lahir kembali.

Baik Quan Chi, Shang Tsung, bahkan Raiden mencoba untuk melawan Onaga. Namun mereka tidak dapat mengalahkannya. Onaga ingin menggunakan enam artifak yang disebut `kamidogu` untuk menggabungkan keenam dunia menjadi satu.

Para Kombatans yang tidak mati di seri Deadly Alliance seperti Li Mei, Scorpion, Sub-Zero, Kenshi dan Bo' Rai Cho harus bersekutu dengan Kombatans Earthrealm lainnya untuk melawan Onaga.

Raiden pun akhirnya memutuskan untuk bunuh diri demi mengalahkan Onaga, namun ia menjadi corrupted dan hal ini membuat Liu Kang menjadi hidup kembali dengan keadaan zombie.

Di sisi lain, karakter yang bernama Shujinko pun ternyata memegang peranan penting di MK Deception, ia pun menjadi salah satu karakter yang akhirnya dapat mengalahkan Onaga. Namun, nyawa Onaga ternyata dikirim ke NetherRealm.



Mortal Kombat: Armageddon (2006)

Seri `terakhir` dari Mortal Kombat ini mengumpulkan semua Kombatans yang ada di seri MK, baik yang telah mati dan dikirim ke NetherRealm. Para Kombatans menjadi lebih kuat dan setiap realm di dunia MK menjadi semakin hancur.

Muncul Taven sebagai `karakter utama` MK Armageddon dan merupakan putra dari pelindung Edenia yang bernama Argus. Munculnya semua Kombatans di Armageddon memicu peperangan luar biasa dan mengakibatkan banyak pertumpahan darah para Kombatans.

Para Elder Gods pun akhirnya mengutus Blaze, seorang karakter dewa api untuk menghancurkan kericuhan yang terjadi akibat ulah para Kombatans di jagat raya.

Selain itu, muncul sebuah piramida raksasa yang menjadi lokasi pertarungan akhir para Kombatans. Raiden dan Shao Kahn pun kembali berduel dan sayangnya Raiden kalah dibunuh oleh Shao Kahn.



Mortal Kombat vs. DC Universe (2008)

Cerita yang bergulir di game ini tidak mempengaruhi sama sekali dengan timeline yang ada di dunia MK. Masing-masing dari para karakter harus melindungi dunianya masing- masing (dunia MK dan dunia DC) untuk menghindari tangan jahat yang ingin menguasai jagat raya.

Mortal Kombat [ 2011 ]



Ini merupakan seri reboot dari Mortal Kombat I-III. Banyak yang beranggapan bahwa storyline Mortal Kombat sudah mulai dipaksakan sejak Mortal Kombat: Deadly Alliance. Akhirnya, tim pengembang cerita MK memutuskan untuk `merombak` cerita MK besar-besaran dari awal.

Di seri kesembilan Mortal Kombat ini, setting awal cerita diawali dengan pertarungan Raiden dan Shao Kahn di piramida MK Armageddon. Sebelum Raiden dibunuh oleh Shao Kahn, ia ternyata menggunakan amulet-nya dan mengirim rohnya kembali ke masa lalu dan memberikan pesan "Dia harus menang dan harus menghindari Armageddon."

Cerita bergulir kembali dari awal turnamen Mortal Kombat, dimana Liu Kang dan Kombatans lainnya harus mengalahkan Goro. Liu Kang akhirnya dapat mengalahkan Goro dan Shang Tsung. Namun, Quan Chi muncul menemani Shang Tsung untuk kali ini (yang seharusnya ia muncul di rezim Shinnok).

Liu Kang pun harus kembali mengalahkan Shao Kahn di turnamen berikutnya, ia pun berhasil melumpuhkan Shao Kahn dan memenangkan MK untuk kedua kalinya bersama dengan Kombatans lainnya. Sama seperti timeline MK yang dulu, Shao Kahn memutuskan untuk menghidupkan kembali Sindel untuk membantunya menguasai Earthrealm.

Bedanya, disini ia meminta tolong Quan Chi untuk menghidupkan Sindel dan membunuh Shang Tsung demi memberikan kekuatannya ke Sindel. Deadly Alliance tidak akan pernah ada sejak saat itu, karena Shang Tsung mati.

Sindel pun dihidupkan di Outworld, bukan di Earthrealm. Namun, ia pergi ke Earthrealm dan menghabisi semua Kombatans disana, yang tersisa hanya Sonya, Johnny Cage, Liu Kang dan Raiden. Sindel pun dihabisi oleh Nightwolf, namun Nightwolf harus mengorbankan dirinya untuk mengirim Sindel ke NetherRealm.

Raiden memutuskan untuk melawan Shao Kahn, namun ia berseteru dengan Liu Kang dan ia tetap menyalahkan Raiden atas semua yang telah dilakukannya. Raiden pun murka dan tidak sengaja membunuh Liu Kang sebelum ia menghabisi Shao Kahn.

Cerita berakhir dengan kematian Liu Kang oleh Raiden, dan akhirnya Raiden harus menerima penyesalannya karena ia berpikir ia tidak akan bisa mengubah masa depan akan ketakutannya dengan terjadinya Armageddon. Yang tersisa hanyalah ia, Sonya dan Johnny Cage.

Mortal Kombat X (2015)

Cerita Mortal Kombat X bisa dibilang mengadaptasi sedikit elemen cerita dari MK 4. Diawali dengan Shinnok yang berkeinginan untuk menguasai bumi. Ia harus bertarung dengan Raiden dan Fujin.

Sonya dan Johnny Cage membentuk pasukan Special Forces untuk membantu Raiden dan Fujin mengalahkan Shinnok. Akhirnya Shinnok berhasil disegel oleh Raiden. Namun, Quan Chi kabur beserta dengan pasukan Kombatans yang ia bawa kembali dari kematian untuk bersekutu dengannya.

25 tahun kemudian, generasi baru lahir. Johnny Cage dan Sonya sempat menikah dan bercerai, mereka mempunyai seorang putri bernama Cassie Cage. Terungkap pula mendiang Kung Lao yang ternyata mempunyai sepupu bernama Kung Jin.

Kenshi yang memiliki seorang putra bernama Takeda. Dan Jax yang dihidupkan kembali oleh Raiden pada saat bertarung dengan Quan Chi, 20 tahun lalu, mempunyai seorang putri bernama Jacqui.

Di Outworld, terjadi kericuhan. Mileena ternyata menjadi seorang Empress dan ingin menguasai seluruh bumi. Ia ternyata memiliki amulet Shinnok dan menjadi ancaman bagi umat manusia.

Di sisi lain, Kotal Kahn ingin menjadi seorang Emperor dan ingin menyingkirkan Mileena. Terjadi peperangan sengit dan akhirnya Mileena mati dibunuh oleh bawahan Kotal yang bernama D'Vorah. Kotal pun mampu mengumpulkan pasukannya dari seri MK sebelumnya, Ermac, Reptile, dan beberapa karakter baru seperti Ferra/Torr dan Erron Black.

Mortal Kombat XI (2019)